Hanya Bermodalkan Flashdisk untuk Mengajar di
The first and the best school
Ahamdulilah puji syukur kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan kesempatan saya untuk berbagi ilmu yang kesekian kalinya
dan di sekolah yang berbeda. Salawat serta salam tetap tercurahkan kepada
Rasulullah SAW yang telah membimbing manusia dari jalan kesesatan menuju jalan
kebenaran.
SMAN 1 jepara atau biasa dikenal dengan
smansara adalah sekolah terbaik di daerah jepara yang saya tempati untuk
praktik mengajar pada semester 5 ini.
Pada semester ini, saya berkelompok dengan Muhammad Tri Stio Ermawan dari
jurusan matematika 2015. Karena Tri berasal dari jepara, saya memutuskan untuk
praktik mengajar di jepara untuk semester ini.
Pada awalnya kami menyiapkan 2 surat ke
sekolah untuk izin praktik mengajar, surat yang pertama kami tujukan untuk SMAN
1 Jepara, yang kedua untuk SMAN 1 Kembang. Karena SMAN 1 Jepara sekolahnya
lebih dekat dan lebih baik, maka kami memberanikan diri untuk izin praktik
mengajar disana. Tepatnya pada hari selasa
16 Januari 2018 kami meminta izin ke sekolah, tanpa menunggu lama pada
waktu itu juga kami langsung di pertemukan dengan guru pamong kami.
Bu Eko Nurcahyaningsih adalah guru pamong
saya. Saya memperkenalkan diri dan menceritakan tujuan dan maksut kedatangan
saya di smansara. Setelah saya meminta izin kepada beliau, beliau langsung
memberi saya jadwal beliau mengajar khususnya di kelas X dan XI. Saya memilih
untuk mengajar di kelas XI karena materinya lebih menantang. Sebelumnya saya
belum pernah mengajarkan materi Analytical
Expostion text selama mengajar di SMA. Oleh karena itu saya memilih untuk
mengajar di kelas XI IPS 1 dan 3.
Hanya 1 hari waktu yang saya gunakan untuk
persiapan mengajar. Saya teringat jika teman saya pernah mengajarkan materi Analytical Exposition text. Akhirnya
saya meminta media power point yang
pernah dia gunakan untuk mengajar. Setelah mempelajari setiap slide PPT dan
mencetak RPP, keesokan harinya saya berangkat ke sekolah hanya bermodalkan
flashdisk. Awalnya saya bingung mau pakai laptopnya siapa untuk menampilkan
PPT. Ternyata bu Eko memberitahu saya jika di kelas sudah tersedia komputer di
meja guru.
Pengalaman inilah yang tidak akan pernah
terlupakan karena hanya bermodalkan flashdisk untuk mengajar di the first and the best school. Pada
pertemuan pertama hari kamis pukul 10.15-11.45 saya sangat merasa gagal total
karena saya merasa demam panggung dan sampai berkeringat, di tambah saya lupa
untuk menanyakan agama siswa yang ternyata ada banyak yang beragama non muslim.
Ketika sampai di slide islamic integration semua terdiam dan merasa aneh.
Akhirnya saya langsung memindahkan ke slide berikutnya dan tidak melanjutkan
untuk memberikan islamic integration.
Evaluasi langsung saya lakukan untuk mengajar
di pertemuan ke dua pada hari itu juga. Setelah saya melaksanakan sholat
berjamaah saya meminjam laptop siswa untuk mengubah beberapa slide yang ada di
PPT, khususnya bagian islamic integration. Saya juga langsung memikirkan cara
untuk pelajaran bisa berjalan lebih baik dari sebelumnya. Akhirnya setelah
pertemuan kedua pelajaran bisa berjalan lebih baik dari sebelumnya.
Seharusnya jadwal mengajar saya selesai pada
hari rabu 24 januari 2018. Akan tetapi pada hari itu seluruh sekolah yang ada
di Jepara di liburkan karena ada acara di stadion Gelora Bumi Kartini yaitu
pemecahan rekor muri tentang deklarasi anti narkoba yang di hadiri oleh
Gubernur Jawa Tengah. Akhirnya kami ikut serta mendampingi siswa-siswi smansara
untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Akhirnya saya mengajar di kelas yang sama di
lain waktu. Sebelum itu saya menanyakan kepada guru pamong saya untuk materi
yang akan saya aajarkan. Ternyata beliau tetap meminta saya untuk mengajarkan
Analytical untuk menguatkan pemahaman siswa tentang materi Analytical. Saya
semakin bingung karena tidak mungkin saya mengajarkan materi yang sama terus
dengan PPT yang sama dan metode yang sama pula.
Rabu malam saya mempersiapkan semua bahan ajar
dan memikirkan cara bagaimana supaya siswa bisa lebih suka untuk belajar dengan
saya. keesokan harinya saya di sambut hangat dengan siswa di dalam kelas karena
sudah banyak yang mengenal saya. akhirnya saya merasa percaya diri dalam
mengajar. dalam pembelajaran saya menggunakan metode perlombaan, dimana siswa
sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran saya. saya merasa pada pertemuan
ketiga dan keempat ini jauh lebih baik dan terkondisikan di bandingkan
pertemuan pertama dan kedua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar