Minggu, 28 Januari 2018

SMA Negeri 1 Jepara

Hanya Bermodalkan Flashdisk untuk Mengajar di
The first and the best school
Ahamdulilah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan saya untuk berbagi ilmu yang kesekian kalinya dan di sekolah yang berbeda. Salawat serta salam tetap tercurahkan kepada Rasulullah SAW yang telah membimbing manusia dari jalan kesesatan menuju jalan kebenaran.
SMAN 1 jepara atau biasa dikenal dengan smansara adalah sekolah terbaik di daerah jepara yang saya tempati untuk praktik mengajar pada semester  5 ini. Pada semester ini, saya berkelompok dengan Muhammad Tri Stio Ermawan dari jurusan matematika 2015. Karena Tri berasal dari jepara, saya memutuskan untuk praktik mengajar di jepara untuk semester ini.
Pada awalnya kami menyiapkan 2 surat ke sekolah untuk izin praktik mengajar, surat yang pertama kami tujukan untuk SMAN 1 Jepara, yang kedua untuk SMAN 1 Kembang. Karena SMAN 1 Jepara sekolahnya lebih dekat dan lebih baik, maka kami memberanikan diri untuk izin praktik mengajar disana. Tepatnya pada hari selasa  16 Januari 2018 kami meminta izin ke sekolah, tanpa menunggu lama pada waktu itu juga kami langsung di pertemukan dengan guru pamong kami.
Bu Eko Nurcahyaningsih adalah guru pamong saya. Saya memperkenalkan diri dan menceritakan tujuan dan maksut kedatangan saya di smansara. Setelah saya meminta izin kepada beliau, beliau langsung memberi saya jadwal beliau mengajar khususnya di kelas X dan XI. Saya memilih untuk mengajar di kelas XI karena materinya lebih menantang. Sebelumnya saya belum pernah mengajarkan materi Analytical Expostion text selama mengajar di SMA. Oleh karena itu saya memilih untuk mengajar di kelas XI IPS 1 dan 3.
Hanya 1 hari waktu yang saya gunakan untuk persiapan mengajar. Saya teringat jika teman saya pernah mengajarkan materi Analytical Exposition text. Akhirnya saya meminta media power point yang pernah dia gunakan untuk mengajar. Setelah mempelajari setiap slide PPT dan mencetak RPP, keesokan harinya saya berangkat ke sekolah hanya bermodalkan flashdisk. Awalnya saya bingung mau pakai laptopnya siapa untuk menampilkan PPT. Ternyata bu Eko memberitahu saya jika di kelas sudah tersedia komputer di meja guru.
Pengalaman inilah yang tidak akan pernah terlupakan karena hanya bermodalkan flashdisk untuk mengajar di the first and the best school. Pada pertemuan pertama hari kamis pukul 10.15-11.45 saya sangat merasa gagal total karena saya merasa demam panggung dan sampai berkeringat, di tambah saya lupa untuk menanyakan agama siswa yang ternyata ada banyak yang beragama non muslim. Ketika sampai di slide islamic integration semua terdiam dan merasa aneh. Akhirnya saya langsung memindahkan ke slide berikutnya dan tidak melanjutkan untuk memberikan islamic integration.
Evaluasi langsung saya lakukan untuk mengajar di pertemuan ke dua pada hari itu juga. Setelah saya melaksanakan sholat berjamaah saya meminjam laptop siswa untuk mengubah beberapa slide yang ada di PPT, khususnya bagian islamic integration. Saya juga langsung memikirkan cara untuk pelajaran bisa berjalan lebih baik dari sebelumnya. Akhirnya setelah pertemuan kedua pelajaran bisa berjalan lebih baik dari sebelumnya.
Seharusnya jadwal mengajar saya selesai pada hari rabu 24 januari 2018. Akan tetapi pada hari itu seluruh sekolah yang ada di Jepara di liburkan karena ada acara di stadion Gelora Bumi Kartini yaitu pemecahan rekor muri tentang deklarasi anti narkoba yang di hadiri oleh Gubernur Jawa Tengah. Akhirnya kami ikut serta mendampingi siswa-siswi smansara untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Akhirnya saya mengajar di kelas yang sama di lain waktu. Sebelum itu saya menanyakan kepada guru pamong saya untuk materi yang akan saya aajarkan. Ternyata beliau tetap meminta saya untuk mengajarkan Analytical untuk menguatkan pemahaman siswa tentang materi Analytical. Saya semakin bingung karena tidak mungkin saya mengajarkan materi yang sama terus dengan PPT yang sama dan metode yang sama pula.

Rabu malam saya mempersiapkan semua bahan ajar dan memikirkan cara bagaimana supaya siswa bisa lebih suka untuk belajar dengan saya. keesokan harinya saya di sambut hangat dengan siswa di dalam kelas karena sudah banyak yang mengenal saya. akhirnya saya merasa percaya diri dalam mengajar. dalam pembelajaran saya menggunakan metode perlombaan, dimana siswa sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran saya. saya merasa pada pertemuan ketiga dan keempat ini jauh lebih baik dan terkondisikan di bandingkan pertemuan pertama dan kedua. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar