Minggu, 28 Januari 2018

Selamanya tetap santri

Bukan TPQ tapi Panti
                Ahamdulilah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan saya untuk berbagi ilmu yang kesekian kalinya dan di tempat yang berbeda. Salawat serta salam tetap tercurahkan kepada Rasulullah SAW yang telah membimbing manusia dari jalan kesesatan menuju jalan kebenaran.
            Inilah kenapa saya sangat menunggu-nunggu waktu KKN, karena di setiap KKN pasti saya mendapatkan banyak pengalaman baru dan saudara-saudar baru dari berbagai daerah. Pada semester ini saya bertempat tinggal di panti asuhan. Akan tetapi kami diberikan 1 rumah untuk tempat tinggal kami jadi tidurnya tidak bersama anak-anak panti. Meskipun kami tidak tinggal satu atap bersama anak-anak panti tetapi kami sering mengunjungi tempat panti tersebut untk bercerita, mengajarkan ngaji, mengajarkan kerapian dan kedisiplinan yang kami dapatkan di STKIP Al-Hikmah.
            Di hari pertama kami di perkenalkan oleh bapak sulaiman atau biasa di panggil pak Sule kepada para santri dan pengasuh panti (om alex), kami biasa memanggil anak-anak di panti dengan sebutan santri. Mereka menyambut kami dengah penuh harapan. Sepertinya mereka berharap dengan kedatangan kami, mereka dapat terbantu dalam belajar dan mengerjakan tugas-tugas dari sekolah.
            Di hari kedua kami di minta untuk mendampingi di setiap kegiatan yang ada, seperti mengaji, halaqoh, belajar mandiri, sholat malam, dan sholat berjamaah. Di hari sabtu kami melaksanakan Mabit bersama santri-santri yang ada di panti. Saya merasa kegiatan yang ada di panti ini hampir sama seperti kegiatan-kegiatan yang ada di STKIP Al-Hikmah.
            Di hari ahad pagi 21 januari 2018, kami melakukan olahraga bersama anak-anak, bermain bola di dekat pantai bandengan jepara. Setelah kami bermain bola om alex mengajak kami bermain di bibir pantai bersama anak-anak. Sepertinya anak-anak merasa senang atas kehadiran kami di tengah-tengah mereka. Dan juga om alex yang merasa terbantu dalam mendampingi anak-anak.
            Karena jadwal sudah tersedia, jadi kami mengikuti jadwal yang ada di sana. di sore hari kami hanya mengajari ngaji tidak lebih dari 4x. Karena terkadang kami terjebak hujan di sekolah dan keluar untuk mencari kebutuhan. Akan tetapi saya sering hadir dalam halaqah anak-anak setelah isya’ dimana dalam halaqah tersebut membahas evaluasi setiap santri.
            Ternyata mengantuk setelah sholat shubuh sepertinya sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi santri. Karena di panti saya juga menemukan banyak santri yang kembali tidur lagi setelah sholat shubuh berjamaah. Mungkin hal inilah yang masih sulit untuk diubah di panti tersebut. Akhirnya santri yang tidur setelah shubuh lupa tidak melaksanakan piket karena mereka terburu-buru ke sekolah. Piket yang seharusnya di lakukan oleh santri justru om alex yang membersihkan area panti tersebut.
            Om alex adalah pengasuh yang paling sabar menurut saya, karena beliau harus mendampingi anak-anak panti setiap harinya, mengurus makan anak-anak, mengurus administrasi panti, dan juga mengurus donasi-donasi yang masuk dari donatur. Semua yang berkaitan dengan panti harus diurus dengan beliau.
            Pada hari rabu 24 januari 2017 setelah anak-anak panti pulang sekolah kami masuk ke salah satu kamar. Kemudian kami memeriksa kerapian loker yang tersedia di kamar. Ternyata banyak loker dari anak-anak yang kurang rapi. Dengan begitu kami langsung berinisiatif untuk memberikan pelatihan kepada anak-anak dalam menata loker. Kami juga mengajarkan tahapan-tahapan dalam melipat baju, celana, sarung, dan celana dalam.
            Kami juga mengajarkan kepada anak-anak panti dalam merapikan kasur. Karena kamar pada waktu itu sangat tidak rapi, banyak baju yang bergantungan di atas kasur, sprei tidak rapi dan bantal berserakan, lantainya juga masih belum bersih. Akhirnya pelatihan dalam merapikan seluruh kamar cukup membutuhkan waktu banyak. Karena kami berdua jadi kami membagi tugas dalam memberikan pelatihan. Saya memberikan pelatihan merapikan loker dan membersihkan lantai, sedangkan Tri memberikan pelatihan cara merapikan kasur.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar