Bukan TPQ tapi Panti
Ahamdulilah puji syukur kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan kesempatan saya untuk berbagi ilmu yang kesekian kalinya
dan di tempat yang berbeda. Salawat serta salam tetap tercurahkan kepada
Rasulullah SAW yang telah membimbing manusia dari jalan kesesatan menuju jalan
kebenaran.
Inilah
kenapa saya sangat menunggu-nunggu waktu KKN, karena di setiap KKN pasti saya
mendapatkan banyak pengalaman baru dan saudara-saudar baru dari berbagai
daerah. Pada semester ini saya bertempat tinggal di panti asuhan. Akan tetapi
kami diberikan 1 rumah untuk tempat tinggal kami jadi tidurnya tidak bersama
anak-anak panti. Meskipun kami tidak tinggal satu atap bersama anak-anak panti
tetapi kami sering mengunjungi tempat panti tersebut untk bercerita,
mengajarkan ngaji, mengajarkan kerapian dan kedisiplinan yang kami dapatkan di
STKIP Al-Hikmah.
Di hari
pertama kami di perkenalkan oleh bapak sulaiman atau biasa di panggil pak Sule
kepada para santri dan pengasuh panti (om alex), kami biasa memanggil anak-anak
di panti dengan sebutan santri. Mereka menyambut kami dengah penuh harapan.
Sepertinya mereka berharap dengan kedatangan kami, mereka dapat terbantu dalam
belajar dan mengerjakan tugas-tugas dari sekolah.
Di hari
kedua kami di minta untuk mendampingi di setiap kegiatan yang ada, seperti
mengaji, halaqoh, belajar mandiri, sholat malam, dan sholat berjamaah. Di hari
sabtu kami melaksanakan Mabit bersama santri-santri yang ada di panti. Saya
merasa kegiatan yang ada di panti ini hampir sama seperti kegiatan-kegiatan
yang ada di STKIP Al-Hikmah.
Di hari
ahad pagi 21 januari 2018, kami melakukan olahraga bersama anak-anak, bermain
bola di dekat pantai bandengan jepara. Setelah kami bermain bola om alex
mengajak kami bermain di bibir pantai bersama anak-anak. Sepertinya anak-anak
merasa senang atas kehadiran kami di tengah-tengah mereka. Dan juga om alex
yang merasa terbantu dalam mendampingi anak-anak.
Karena
jadwal sudah tersedia, jadi kami mengikuti jadwal yang ada di sana. di sore
hari kami hanya mengajari ngaji tidak lebih dari 4x. Karena terkadang kami
terjebak hujan di sekolah dan keluar untuk mencari kebutuhan. Akan tetapi saya
sering hadir dalam halaqah anak-anak setelah isya’ dimana dalam halaqah tersebut
membahas evaluasi setiap santri.
Ternyata
mengantuk setelah sholat shubuh sepertinya sudah menjadi hal yang tidak asing
lagi bagi santri. Karena di panti saya juga menemukan banyak santri yang
kembali tidur lagi setelah sholat shubuh berjamaah. Mungkin hal inilah yang
masih sulit untuk diubah di panti tersebut. Akhirnya santri yang tidur setelah
shubuh lupa tidak melaksanakan piket karena mereka terburu-buru ke sekolah.
Piket yang seharusnya di lakukan oleh santri justru om alex yang membersihkan
area panti tersebut.
Om alex
adalah pengasuh yang paling sabar menurut saya, karena beliau harus mendampingi
anak-anak panti setiap harinya, mengurus makan anak-anak, mengurus administrasi
panti, dan juga mengurus donasi-donasi yang masuk dari donatur. Semua yang berkaitan dengan panti harus
diurus dengan beliau.
Pada hari rabu 24 januari 2017 setelah
anak-anak panti pulang sekolah kami masuk ke salah satu kamar. Kemudian kami
memeriksa kerapian loker yang tersedia di kamar. Ternyata banyak loker dari
anak-anak yang kurang rapi. Dengan begitu kami langsung berinisiatif untuk
memberikan pelatihan kepada anak-anak dalam menata loker. Kami juga mengajarkan
tahapan-tahapan dalam melipat baju, celana, sarung, dan celana dalam.
Kami
juga mengajarkan kepada anak-anak panti dalam merapikan kasur. Karena kamar
pada waktu itu sangat tidak rapi, banyak baju yang bergantungan di atas kasur,
sprei tidak rapi dan bantal berserakan, lantainya juga masih belum bersih.
Akhirnya pelatihan dalam merapikan seluruh kamar cukup membutuhkan waktu
banyak. Karena kami berdua jadi kami membagi tugas dalam memberikan pelatihan.
Saya memberikan pelatihan merapikan loker dan membersihkan lantai, sedangkan
Tri memberikan pelatihan cara merapikan kasur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar