Minggu, 28 Januari 2018

dimana ada Masjid disitu ada aku

Masjid dan Mushola
Ahamdulilah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan saya untuk berbagi ilmu yang kesekian kalinya dan di tempat yang berbeda. Salawat serta salam tetap tercurahkan kepada Rasulullah SAW yang telah membimbing manusia dari jalan kesesatan menuju jalan kebenaran.
            KKN pada semester 5 ini akan menjadi pengalaman baru bagi saya karena kota jepara adalah kota yang baru pertama kali saya kunjungi selama hidup saya. Pada kesempatan ini saya akan menceritakan pengalaman saya mengenai masjid dan mushola yang kami tempati selama kegiatan KKN. Tidak banyak kegiatan yang kami lakukan di masjid maupun mushola selama KKN.
            Kami menempati 2 tempat untuk beribadah yaitu di Mushola yang ada di panti dan di Masjid. Mengapa demikian karena setiap sholat Maghrib pengasuh panti selalu menyuruh anak-anak untuk berjamaah di Masjid. Jadi kami juga melaksanakan sholat Maghribnya di Masjid. Sayangnya kami di Masjid hanya untuk sholat Maghrib saja, jadi kami tidak mempunyai banyak kegiatan.
            Sedangkan di Mushola yang ada di Panti kami gunakan untuk sholat isya’ dan shubuh. Jadi kami banyak kegiatannya di panti bersama anak-anak panti. Kami sering di minta untuk menjadi imam sholat isya’ dan shubuh. Untuk sholat shubuh kami tidak merasa kesusahan karena sholat shubuh disana tidak menggunakan doa qunut. Akan tetapi meskipun diminta untuk menggunakan doa qunut kami juga siap.
            Kegiatan yang sering kami laksanakan di Mushola adalah seperti mengisi kajian, halaqah dan mabit bersama anak-anak panti. Saya sekali di minta untuk memberikan kajian kepada anak-anak panti. Untuk halaqah anak-anak panti awalnya hanya satu halaqah karena kedatangan kami halaqah di bagi menjadi 3 kelompok. Halaqah sering di laksanakan setelah sholat isya’ selama 1 jam.
            Untuk imam sholat saya hanya sekali pada waktu sholat shubuh. Karena Tri yang banyak hafalannya jadi saya serahkan untuk imam kepada Tri. Meskipun begitu saya sudah merasa puas karena mempunyai pengalaman baru untuk mengajarkan kebaikan-kebaikan kepada anak-anak yang berada di panti. Semoga bermanfaat.
            Satu hal lagi yang tidak pernah saya lupakan yaitu masjid-masjid yang ada di sekitar Jepara, kudus dan demak. Tiga kota itu memiliki masjid dengan bentuk ornamen yang sangat indah dan luar biasa. Hampir semua masjid yang saya lihat di kota jepara memiliki keindahan yang luar biasa bentuk-bentuknya juga sangat unik. Awalnya saya mengira mungkin hanya di kota jepara yang memiliki keindahan-keindahan masjid. Ternyata ketika saya mengunjungi kota kudus dan melewati kota demak. Masjid-masjid disana memiliki keindahan yang sangat luar biasa.

            Begitupun masjid yang kami tempati selama KKN, masjid ini memiliki bentuk yang sangat bagus. Area disekitar masjid pun bersih dan terjaga. Kubahnya juga terlihat indah. Masjid ini memberikan kenyamanan tersendiri kepada para pengunjung yang akan melaksanakan sholat di masjid tersebut.

Selamanya tetap santri

Bukan TPQ tapi Panti
                Ahamdulilah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan saya untuk berbagi ilmu yang kesekian kalinya dan di tempat yang berbeda. Salawat serta salam tetap tercurahkan kepada Rasulullah SAW yang telah membimbing manusia dari jalan kesesatan menuju jalan kebenaran.
            Inilah kenapa saya sangat menunggu-nunggu waktu KKN, karena di setiap KKN pasti saya mendapatkan banyak pengalaman baru dan saudara-saudar baru dari berbagai daerah. Pada semester ini saya bertempat tinggal di panti asuhan. Akan tetapi kami diberikan 1 rumah untuk tempat tinggal kami jadi tidurnya tidak bersama anak-anak panti. Meskipun kami tidak tinggal satu atap bersama anak-anak panti tetapi kami sering mengunjungi tempat panti tersebut untk bercerita, mengajarkan ngaji, mengajarkan kerapian dan kedisiplinan yang kami dapatkan di STKIP Al-Hikmah.
            Di hari pertama kami di perkenalkan oleh bapak sulaiman atau biasa di panggil pak Sule kepada para santri dan pengasuh panti (om alex), kami biasa memanggil anak-anak di panti dengan sebutan santri. Mereka menyambut kami dengah penuh harapan. Sepertinya mereka berharap dengan kedatangan kami, mereka dapat terbantu dalam belajar dan mengerjakan tugas-tugas dari sekolah.
            Di hari kedua kami di minta untuk mendampingi di setiap kegiatan yang ada, seperti mengaji, halaqoh, belajar mandiri, sholat malam, dan sholat berjamaah. Di hari sabtu kami melaksanakan Mabit bersama santri-santri yang ada di panti. Saya merasa kegiatan yang ada di panti ini hampir sama seperti kegiatan-kegiatan yang ada di STKIP Al-Hikmah.
            Di hari ahad pagi 21 januari 2018, kami melakukan olahraga bersama anak-anak, bermain bola di dekat pantai bandengan jepara. Setelah kami bermain bola om alex mengajak kami bermain di bibir pantai bersama anak-anak. Sepertinya anak-anak merasa senang atas kehadiran kami di tengah-tengah mereka. Dan juga om alex yang merasa terbantu dalam mendampingi anak-anak.
            Karena jadwal sudah tersedia, jadi kami mengikuti jadwal yang ada di sana. di sore hari kami hanya mengajari ngaji tidak lebih dari 4x. Karena terkadang kami terjebak hujan di sekolah dan keluar untuk mencari kebutuhan. Akan tetapi saya sering hadir dalam halaqah anak-anak setelah isya’ dimana dalam halaqah tersebut membahas evaluasi setiap santri.
            Ternyata mengantuk setelah sholat shubuh sepertinya sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi santri. Karena di panti saya juga menemukan banyak santri yang kembali tidur lagi setelah sholat shubuh berjamaah. Mungkin hal inilah yang masih sulit untuk diubah di panti tersebut. Akhirnya santri yang tidur setelah shubuh lupa tidak melaksanakan piket karena mereka terburu-buru ke sekolah. Piket yang seharusnya di lakukan oleh santri justru om alex yang membersihkan area panti tersebut.
            Om alex adalah pengasuh yang paling sabar menurut saya, karena beliau harus mendampingi anak-anak panti setiap harinya, mengurus makan anak-anak, mengurus administrasi panti, dan juga mengurus donasi-donasi yang masuk dari donatur. Semua yang berkaitan dengan panti harus diurus dengan beliau.
            Pada hari rabu 24 januari 2017 setelah anak-anak panti pulang sekolah kami masuk ke salah satu kamar. Kemudian kami memeriksa kerapian loker yang tersedia di kamar. Ternyata banyak loker dari anak-anak yang kurang rapi. Dengan begitu kami langsung berinisiatif untuk memberikan pelatihan kepada anak-anak dalam menata loker. Kami juga mengajarkan tahapan-tahapan dalam melipat baju, celana, sarung, dan celana dalam.
            Kami juga mengajarkan kepada anak-anak panti dalam merapikan kasur. Karena kamar pada waktu itu sangat tidak rapi, banyak baju yang bergantungan di atas kasur, sprei tidak rapi dan bantal berserakan, lantainya juga masih belum bersih. Akhirnya pelatihan dalam merapikan seluruh kamar cukup membutuhkan waktu banyak. Karena kami berdua jadi kami membagi tugas dalam memberikan pelatihan. Saya memberikan pelatihan merapikan loker dan membersihkan lantai, sedangkan Tri memberikan pelatihan cara merapikan kasur.


SMA Negeri 1 Jepara

Hanya Bermodalkan Flashdisk untuk Mengajar di
The first and the best school
Ahamdulilah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan saya untuk berbagi ilmu yang kesekian kalinya dan di sekolah yang berbeda. Salawat serta salam tetap tercurahkan kepada Rasulullah SAW yang telah membimbing manusia dari jalan kesesatan menuju jalan kebenaran.
SMAN 1 jepara atau biasa dikenal dengan smansara adalah sekolah terbaik di daerah jepara yang saya tempati untuk praktik mengajar pada semester  5 ini. Pada semester ini, saya berkelompok dengan Muhammad Tri Stio Ermawan dari jurusan matematika 2015. Karena Tri berasal dari jepara, saya memutuskan untuk praktik mengajar di jepara untuk semester ini.
Pada awalnya kami menyiapkan 2 surat ke sekolah untuk izin praktik mengajar, surat yang pertama kami tujukan untuk SMAN 1 Jepara, yang kedua untuk SMAN 1 Kembang. Karena SMAN 1 Jepara sekolahnya lebih dekat dan lebih baik, maka kami memberanikan diri untuk izin praktik mengajar disana. Tepatnya pada hari selasa  16 Januari 2018 kami meminta izin ke sekolah, tanpa menunggu lama pada waktu itu juga kami langsung di pertemukan dengan guru pamong kami.
Bu Eko Nurcahyaningsih adalah guru pamong saya. Saya memperkenalkan diri dan menceritakan tujuan dan maksut kedatangan saya di smansara. Setelah saya meminta izin kepada beliau, beliau langsung memberi saya jadwal beliau mengajar khususnya di kelas X dan XI. Saya memilih untuk mengajar di kelas XI karena materinya lebih menantang. Sebelumnya saya belum pernah mengajarkan materi Analytical Expostion text selama mengajar di SMA. Oleh karena itu saya memilih untuk mengajar di kelas XI IPS 1 dan 3.
Hanya 1 hari waktu yang saya gunakan untuk persiapan mengajar. Saya teringat jika teman saya pernah mengajarkan materi Analytical Exposition text. Akhirnya saya meminta media power point yang pernah dia gunakan untuk mengajar. Setelah mempelajari setiap slide PPT dan mencetak RPP, keesokan harinya saya berangkat ke sekolah hanya bermodalkan flashdisk. Awalnya saya bingung mau pakai laptopnya siapa untuk menampilkan PPT. Ternyata bu Eko memberitahu saya jika di kelas sudah tersedia komputer di meja guru.
Pengalaman inilah yang tidak akan pernah terlupakan karena hanya bermodalkan flashdisk untuk mengajar di the first and the best school. Pada pertemuan pertama hari kamis pukul 10.15-11.45 saya sangat merasa gagal total karena saya merasa demam panggung dan sampai berkeringat, di tambah saya lupa untuk menanyakan agama siswa yang ternyata ada banyak yang beragama non muslim. Ketika sampai di slide islamic integration semua terdiam dan merasa aneh. Akhirnya saya langsung memindahkan ke slide berikutnya dan tidak melanjutkan untuk memberikan islamic integration.
Evaluasi langsung saya lakukan untuk mengajar di pertemuan ke dua pada hari itu juga. Setelah saya melaksanakan sholat berjamaah saya meminjam laptop siswa untuk mengubah beberapa slide yang ada di PPT, khususnya bagian islamic integration. Saya juga langsung memikirkan cara untuk pelajaran bisa berjalan lebih baik dari sebelumnya. Akhirnya setelah pertemuan kedua pelajaran bisa berjalan lebih baik dari sebelumnya.
Seharusnya jadwal mengajar saya selesai pada hari rabu 24 januari 2018. Akan tetapi pada hari itu seluruh sekolah yang ada di Jepara di liburkan karena ada acara di stadion Gelora Bumi Kartini yaitu pemecahan rekor muri tentang deklarasi anti narkoba yang di hadiri oleh Gubernur Jawa Tengah. Akhirnya kami ikut serta mendampingi siswa-siswi smansara untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Akhirnya saya mengajar di kelas yang sama di lain waktu. Sebelum itu saya menanyakan kepada guru pamong saya untuk materi yang akan saya aajarkan. Ternyata beliau tetap meminta saya untuk mengajarkan Analytical untuk menguatkan pemahaman siswa tentang materi Analytical. Saya semakin bingung karena tidak mungkin saya mengajarkan materi yang sama terus dengan PPT yang sama dan metode yang sama pula.

Rabu malam saya mempersiapkan semua bahan ajar dan memikirkan cara bagaimana supaya siswa bisa lebih suka untuk belajar dengan saya. keesokan harinya saya di sambut hangat dengan siswa di dalam kelas karena sudah banyak yang mengenal saya. akhirnya saya merasa percaya diri dalam mengajar. dalam pembelajaran saya menggunakan metode perlombaan, dimana siswa sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran saya. saya merasa pada pertemuan ketiga dan keempat ini jauh lebih baik dan terkondisikan di bandingkan pertemuan pertama dan kedua.