Minggu, 18 Maret 2018

Khutbah pertama (Kejujuran)

Awal Khutbah pertama:

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
----
Puji Syukur Kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kita bisa menghadiri sholat jumat yang penuh barokah ini.
Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang telah menunjukan jalan yg benar, jalan yang diridhai oleh Allah SWT, yakni ‘adinul islam.
- Tiada sikap terbaik sebagai hamba Allah yang telah ditentukan jadwal kematiannya, kecuali selalu siap dalam menyambutnya dengan bersungguh-sungguh dalam bertaqwa kepada Allah SWT. Untuk itu khotib berwasiat kepada diri khotib maupun jamaah jumah rohimakumullah, hendaknya kita senantiasa bertaqwa kpd Allah dengan sebenar-benar taqwa.

-         Ma’asiral muslimin sidang jumat yang dirahmati Allah. Banyak ayat dalam Al-Quran yang membahas tentang kejujuran. Salah satunya Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 119.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Terjemahan: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah Swt., dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”

Orang-orang yang benar disini dapat kita artikan sebagai orang-orang yang selalu jujur.
         
Terdapat sebuah kisah tentang penjual susu dengan khalifah Umar bin Khattab r.a.

Pada Suatu Malam Umar bin Khattab melakukan ronda malam sendirian. Hal ini sering beliau lakukan untuk melihat langsung kondisi rakyatnya. Ketika khalifah melakukan perjalanan, beliau melihat sebuah gubuk yang lampunya masih menyala. Akhirnya beliau menghampiri gubuk tersebut dan mendengarkan percakapan dari seorang penjual susu dan anak perempuannya.
Singkat cerita ibu penjual susu itu mengajak anaknya untuk berbuat curang, yaitu dengan cara mencampur susu itu dengan air. Karena setelah ayahnya meninggal mereka merasa kekurangan. Sehingga ibu itu mengajak anaknya untuk mencampur susu dengan air.
Lantas sang anak langsung menjawab tidak bu, bukankah Khalifah Umar bin Khattab telah melarang pedagang susu untuk berbuat curang?
Ibu pun menjawab dengan penuh harap: Ayolah nak, mumpung tengah malam tidak aka nada yang tahu, khafilah umar pun tidak akan tahu apa yang akan kita lakukan.
Sang anak pun masih menolak permintaan ibunya : Bu, meskipun tidak ada yang tahu perbuatan kita, tetapi Allah selalu mengawasi apa yang kita lakukan. Serapi apapun kita menyembunyikan.
          Setelah khalifah Umar bin Khattab mendengarkan percakapan tersebut, khalifah pun tersenyum dan bergegas untuk pulang.
          Keesokan harinya khalifah langsung menawarkan anaknya Ashim untuk menikahi anak penjual susu tersebut, karena Umar meyakini bahwa dia adalah perempuan yang baik.
Singkat cerita dari pernikahan



Text Box: Anak penjual susuText Box: Ashim bin Umar


Text Box: Abdul Aziz bin Marwan
Text Box: Ummu Ashim



Text Box: Umar bin Abdul Aziz








-         Hikmah yg dapat kita ambil dalam cerita ini adalah pentingnya dalam berbuat jujur di kehidupan sehari-hari. Karena dengan kejujuran, tidak hanya kita yang merasakan, melainkan juga akan berpengaruh kpd saudara2 kita, anak2 kita, dan juga cucu2 kita. Seperti kisah tadi, yang berawal dari kejujuran anak penjual susu, hingga melahirkan generasi khalifah Umar bin Abdul Aziz yang sangat luar biasa dalam kepemimpinan.
-         Di samping itu kita juga harus merasa diawasi oleh Allah. Karena dengan begitu sedikit kemungkinan kita dalam berbuat tidak jujur. Semua yg kita lakukan haruslah berdasarkan perintah Allah SWT.


Akhir dari khutbah pertama:

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

                                                                                                                                                     ----
            Khutbah kedua:
 
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى : { وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى }
Marilah di akhir khutbah yang kedua ini kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Dan menerapkan kejujuran di kehidupan kita. Tidak ada pengecualian untuk orang dalam berbuat jujur, baik jujur dalam perkataan maupun perbuatan. Termasuk siswa, di lingkungan sekolah, siswa harus berkata jujur jika di tanya oleh guru. Juga jujur dalam mengerjakan soal maupun ujian. Dan di luar sekolah, hendaklah kita berkata jujur kepada orang tua kita, saudara, teman, sekalipun dengan pembantu kita.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Bagian Doa:

اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .
وَصَلى الله وسَلم عَلَى مُحَمد تسليمًا كَثيْرًا وآخر دَعْوَانَا لله رَب الْعَالَميْنَ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar