Awal Khutbah pertama:
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ
الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ
مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ
بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
----
Puji Syukur Kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kita bisa menghadiri sholat
jumat yang penuh barokah ini.
Shalawat serta salam kita haturkan
kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang telah menunjukan jalan yg
benar, jalan yang diridhai oleh Allah SWT, yakni ‘adinul islam.
- Tiada sikap terbaik sebagai hamba
Allah yang telah ditentukan jadwal kematiannya, kecuali selalu siap dalam
menyambutnya dengan bersungguh-sungguh dalam bertaqwa kepada Allah SWT. Untuk
itu khotib berwasiat kepada diri khotib maupun jamaah jumah rohimakumullah,
hendaknya kita senantiasa bertaqwa kpd Allah dengan sebenar-benar taqwa.
-
Ma’asiral
muslimin sidang jumat yang dirahmati Allah. Banyak ayat dalam Al-Quran yang
membahas tentang kejujuran. Salah satunya Allah berfirman dalam surat At-Taubah
ayat 119.
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Terjemahan: “Wahai orang-orang yang beriman!
Bertakwalah kepada Allah Swt., dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang
benar.”
Orang-orang yang benar disini dapat
kita artikan sebagai orang-orang yang selalu jujur.
Terdapat sebuah kisah tentang
penjual susu dengan khalifah Umar bin Khattab r.a.
Pada Suatu Malam Umar bin Khattab
melakukan ronda malam sendirian. Hal ini sering beliau lakukan untuk melihat
langsung kondisi rakyatnya. Ketika khalifah melakukan perjalanan, beliau
melihat sebuah gubuk yang lampunya masih menyala. Akhirnya beliau menghampiri
gubuk tersebut dan mendengarkan percakapan dari seorang penjual susu dan anak
perempuannya.
Singkat cerita ibu penjual susu itu
mengajak anaknya untuk berbuat curang, yaitu dengan cara mencampur susu itu
dengan air. Karena setelah ayahnya meninggal mereka merasa kekurangan. Sehingga
ibu itu mengajak anaknya untuk mencampur susu dengan air.
Lantas sang anak langsung menjawab tidak
bu, bukankah Khalifah Umar bin Khattab telah melarang pedagang susu untuk
berbuat curang?
Ibu pun menjawab dengan penuh harap:
Ayolah nak, mumpung tengah malam tidak aka nada yang tahu, khafilah umar pun
tidak akan tahu apa yang akan kita lakukan.
Sang anak pun masih menolak
permintaan ibunya : Bu, meskipun tidak ada yang tahu perbuatan kita, tetapi
Allah selalu mengawasi apa yang kita lakukan. Serapi apapun kita
menyembunyikan.
Setelah
khalifah Umar bin Khattab mendengarkan percakapan tersebut, khalifah pun
tersenyum dan bergegas untuk pulang.
Keesokan
harinya khalifah langsung menawarkan anaknya Ashim untuk menikahi anak penjual
susu tersebut, karena Umar meyakini bahwa dia adalah perempuan yang baik.
Singkat cerita dari pernikahan
-
Hikmah
yg dapat kita ambil dalam cerita ini adalah pentingnya dalam berbuat jujur di
kehidupan sehari-hari. Karena dengan kejujuran, tidak hanya kita yang
merasakan, melainkan juga akan berpengaruh kpd saudara2 kita, anak2 kita, dan
juga cucu2 kita. Seperti kisah tadi, yang berawal dari kejujuran anak penjual
susu, hingga melahirkan generasi khalifah Umar bin Abdul Aziz yang sangat luar
biasa dalam kepemimpinan.
-
Di
samping itu kita juga harus merasa diawasi oleh Allah. Karena dengan begitu
sedikit kemungkinan kita dalam berbuat tidak jujur. Semua yg kita lakukan
haruslah berdasarkan perintah Allah SWT.
Akhir dari khutbah pertama:
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
----
Khutbah
kedua:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى : { وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى }
Marilah di akhir khutbah yang kedua
ini kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Dan menerapkan
kejujuran di kehidupan kita. Tidak ada pengecualian untuk orang dalam berbuat
jujur, baik jujur dalam perkataan maupun perbuatan. Termasuk siswa, di
lingkungan sekolah, siswa harus berkata jujur jika di tanya oleh guru. Juga
jujur dalam mengerjakan soal maupun ujian. Dan di luar sekolah, hendaklah kita
berkata jujur kepada orang tua kita, saudara, teman, sekalipun dengan pembantu
kita.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Bagian Doa:
اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ
وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .
وَصَلى الله وسَلم عَلَى مُحَمد تسليمًا كَثيْرًا وآخر دَعْوَانَا لله رَب الْعَالَميْنَ
